Select Page

Livable City Ala BSD Bisa Jadi Contoh Bangun IKN di Jantung Negeri

Jakarta – Di pinggir jalan dekat sebuah bangunan di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang, Dwiyatno menepikan motor bebek hitam kesayangannya. Di bawah pepohonan nan rindang sesekali dia menyeka keringat di wajah dengan jaketnya yang lusuh.

Sejak 2017 tukang ojek online (Ojol) yang tinggal di Bintaro itu biasa mengais rezeki di kawasan BSD City. Dwiyatno mengaku biasa mulai antar-jemput penumpang selepas salat subuh.

“Kalau siang saya nganter paket,” katanya saat berbincang dengan detikProperti di siang yang terik, pekan lalu lalu.

Ia memilih beroperasi di kawasan BSD City karena dinilai selalu ramai. Ruas jalannya mulus dan lebar dengan rata-rata punya empat jalur. Hingga pukul 21.00, andai orderan tergolong sepi, setidaknya Rp 150 ribu masih bisa dikantongi Dwiyatno. “Cukuplah buat makan keluarga, isi bensin, dan ganti oli ke bengkel,” ujarnya.

Tak cuma Dwiyatno. Nasution yang pernah menjadi satpam di Pamulang juga memilih jadi pengojek online di BSD City dengan alasan serupa. Di hari libur, pria berkacamata yang tinggal di Muncul, sekitar 10 kilometer dari BSD, sering menghabiskan aktivitasnya di BSD City bersama keluarga.

“Saya sering ke Pasar Raya Serpong atau ke Pasar Modern. Aksesnya tidak susah,” akunya.

Soal kemudahan akses, BSD City antara lain dapat dijangkau dengan transportasi umum, Commuter Line. Hal itu ditopang dengan layanan shuttle bus (Intermoda BSD) yang nyambung dari Stasiun Cisauk. Alfira yang tinggal di Parung Panjang, misalnya, biasa menggunakannya bila hendak ke AEON Mall BSD City. Untuk berobat, dia lebih suka ke Eka Hospital.

Selain AEON, di BSD City ada banyak tempat yang bisa dikunjungi untuk kulineran atau sekedar hang-out. The Breeze, mal ‘tanpa dinding’ yang berkonsep open air, misalnya. Di situ juga tersedia area jogging maupun bersepeda, dan lainnya.

Sekalipun demikian, Alfira menyarankan agar layanan transportasi umum di kawasan BSD City terus ditingkatkan baik jumlah bus maupun haltenya. Juga penunjuk rute dan lampu-lampu agar lebih nyaman di malam hari. “Kalau mau menunjang masyarakatnya untuk pakai transportasi umum faktor keamanan bisa lebih ditambah lagi,” ujarnya.

Di sisi lain, Alfira mengaku cukup menikmati suasana di BSD City karena punya cukup banyak ruang terbuka hijau dengan pepohonan yang rindang.

Menurut Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk, pengembang BSD City, Hermawan Wijaya hal itu terkait erat dengan konsep pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan sesuai prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) yang diterapkannya.

Karena itu bangunan maupun perkantoran di BSD City didesain lebih ramah lingkungan sesuai kebutuhan gaya hidup masyarakat urban. Contohnya adalah Green Office Park, kantor pusat Unilever, The Breeze, dan Q-Big.

Dengan menerapkan konsep green property, seperti pemasangan panel-panel surya pada gedung-gedung perkantoran, Hermawan mengklaim pihaknya dapat melakukan efisiensi dalam operasional dan perawatan. Hal itu juga diklaim mampu meningkatan kesehatan dan produktivitas penghuni.

“Hingga 2022 kami mampu mengurangi 13% emisi karbon. Bahkan, untuk bangunan komersial seperti gedung perkantoran BSD Green Office Park pun memiliki occupancy rate di atas 90%,” kata Hermawan.

Ke depan, ia melanjutkan, pihaknya akan lebih banyak menggunakan Internet of Things (IoT) untuk melakukan inisiatif green. Hal itu termasuk melihat berapa banyak energi yang sudah digunakan, termasuk melakukan penghematan air.

Menilik ke sejarah, BSD City semula merupakan hamparan hutan karet. Baru pada sekitar 1989 kawasan BSD City mulai dibangun di atas lahan seluas 1.500 hektare. Pembangunan dilakukan oleh konsorsium PT Bumi Serpong Damai yang terdiri atas kelompok usaha Sinar Mas, Salim, hingga Pembangunan Jaya.

Namun saat krisis moneter melanda Indonesia pada 1998, industri properti ikut terdampak. Sejak tahun 2003 – 2004, kepemilikan BSD City beralih sepenuhnya kepada Grup Sinar Mas. “Dari sinilah namanya berubah menjadi BSD City. Mulai 2004 itu, sejak itulah pembangunan BSD City berjalan dan terus dikembangkan hingga menjadi sebuah kota mandiri seperti saat ini,” tutur Hermawan.

Perkembangan BSD City menjadi semakin pesat ketika jalan tol BSD – Bintaro – Pondok Indah – TB Simatupang bisa digunakan. Hal tersebut berdampak pada naiknya harga rumah di kawasan BSD City menjadi dua kali lipat dari harga sebelumnya.

Ada empat pilar pengembangan konsep livable city yang dilakukan oleh Sinar Mas Land, yaitu live, learn, work, and play. Live mengacu pada sarana prasarana yang mendukung kebutuhan hidup masyarakat, seperti hunian, pusat perbelanjaan hingga akses jalan. Learn merujuk sarana dan prasarana pendidikan. Work mengacu pada sarana dan prasarana kebutuhan kerja seperti perkantoran hingga area komersial.

Terakhir, play sebagai sarana dan prasarana untuk mendukung kebutuhan emosional dan rekreasi masyarakat. Setiap lima tahun, menurut Hermawan, BSD City terus mengembangkan berbagai kawasan, mulai dari hunian, komersial, hingga pembangunan properti yang berkelanjutan atau green property.

“Kami ingin membangun BSD City menjadi kota mandiri yang terus bertumbuh sebagai sustainable city yang adaptif,” imbuhnya.

Dalam lima tahun ke depan, ia melanjutkan, pihaknya akan fokus membangun pusat-pusat kuliner dan mengembangkan tempat hiburan (leisure and recreation) di BSD City. Tak hanya itu, pihaknya juga akan memperbanyak kawasan wisata di BSD City, seperti Cimory Land, City Zoo dari Jatim Park hingga pusat kuliner nusantara.

Untuk transportasi, pihaknya akan membangun Transit Oriented Development (TOD) yang lebih smooth seperti di Hong Kong. Juga akan mempercantik dua stasiun TOD yang sudah ada.

BSD City sebagai livable city, kata CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, bukan sekadar klaim meskipun masih baru tahap awal. Sebab kehadiran BSD City sudah tergolong wilayah pemukiman yang jauh lebih tertata ketimbang Jakarta, dan mulai bertransformasi menjadi kota mandiri.

“BSD City yang saat ini salah satu yang paling layak, termasuk digital technology masuk sana semua. Jadi ya memang livable city itu di situ. Arahnya sudah jelas, karena economic based, infrastruktur sudah disiapkan semua. Komersial, bisnis, perkantoran sudah siap di sana,” jelasnya.

Meski demikian, menurut Ali, masih ada beberapa hal yang bisa dikembangkan lagi dari BSD City. Ia mencontohkan pengembangan kawasan bisnis dan hunian yang berimbang. Artinya, dalam satu kawasan terdapat hunian yang diperuntukkan masyarakat kelas menengah ke bawah, menengah, menengah ke atas, hingga kelas atas.

“Jangan sampai nanti yang pekerja-pekerja menengah bawah yang sebetulnya dibutuhkan justru berada di luar BSD. Kalau seperti itu akan sama kayak Jakarta,” paparnya. Agar BSD City menjadi benar-benar terbuka, menurut Ali, akses transportasi umum perlu ditambah dengan LRT atau MRT.

Meski masih punya catatan yang harus diperbaiki, BSD City sudah terbilang cocok disebut livable city. Konsep ini juga disebut pas untuk diadopsi atau diterapkan pada pengembangan kawasan kota di berbagai wilayah. Tujuannya tak lain adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Indonesia secara keseluruhan.

Semangat itu ternyata tak hanya berhenti pada pengembangan BSD saja tetapi juga bisa disematkan ke proyek-proyek Sinar Mas Land lain di sejumlah daerah di Indonesia. Di antaranya: Grand Wisata Bekasi seluas 1.100 hektare, Kota Wisata Cibubur seluas 480 hektare, Kota Deltamas Cikarang seluas 3.000 hektare dan terbaru Grand City Balikpapan seluas 230 hektare.

Benar saja, dalam rangka meningkatkan kualitas sebuah kota layak huni dengan beragam kemudahannya, Sinar Mas Land telah menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi Korea Selatan, Samsung untuk mengimplementasikan teknologi smart home, pengembangan teknologi pembangunan infrastruktur perkotaan dan manajemen informasi serta mengaplikasikan teknologi energi terbarukan. Salah satu potensinya ada di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan oleh Michael Widjaja (Group CEO Sinar Mas Land) dan Oh Sechul (CEO Samsung C&T-E&C Group) serta disaksikan oleh Gandi Sulistiyanto (Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Korea) pada 26 September 2023 di Kantor Pusat Samsung C&T di Seoul, Korea Selatan. Kedua perusahaan akan berkolaborasi untuk mengimplementasikan teknologi smart home, pengembangan teknologi pembangunan infrastruktur perkotaan dan manajemen informasi serta mengaplikasikan teknologi energi terbarukan.

“Kami telah membuat standar baru untuk pengembangan kota pintar di Indonesia melalui proyek BSD City. Pemerintah pun menjadikannya sebagai percontohan untuk pembangunan IKN Nusantara. Teknologi hasil kolaborasi dengan Samsung C&T-E&C Group akan juga kami terapkan di proyek township lainnya yang tersebar di Jabodetabek, Batam, Surabaya hingga Balikpapan yang lokasinya berdekatan dengan Ibu Kota Negara, Nusantara.” tutur Group CEO Sinar Mas Land, Michael Widjaja dalam keteranganya.

Dengan keseriusan itu, tak berlebihan kiranya bila konsep livable city dalam pengembangan kawasan yang dianut Siar Mas Land pada penataan BSD City dijadikan salah satu rujukan dalam pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Itu setidaknya terungkap saat Panitia Khusus (Pansus) RUU Pindah Ibu Kota melakukan peninjauan langsung ke BSD dan Alam Sutera untuk melakukan studi banding pada Januari 2022 silam.

Usai studi banding tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional PPN/Kepala Bappenas yang kala itu juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Pansus RUU IKN Suharso Monoarfa mengatakan, salah satu pelajaran yang bisa diambil dari BSD ialah infrastruktur fiber optik yang sudah lengkap. Dengan infrastruktur seperti itu, banyak perusahaan multinasional akhirnya memilih berkantor di kawasan BSD.

“Sekarang mereka (BSD) berkembang. Sudah ada apa? Apple Academia, Monash University, ada di sana. Kemudian Tokopedia ke sana, Unilever ke sana, Google di situ, Amazon ke situ. Kenapa mereka mau ke sana? Karena infrastruktur fiber optik paling lengkap di kota itu,” kata Suharso saat berkunjung ke markas detikcom, Jakarta, Rabu (26/1/2022) lalu.

Dengan contoh nyata dari pengembangan BSD City yang memberikan dampak tak hanya bagi warga setempat tapi juga di sekitarnya, IKN pun diharapkan akan menjelma menjadi kota mandiri yang lengkap dan bisa menyandang predikat sebagai livable city.

News Update Lainnya
Beli Rumah Baru Gratis PPN 100 Persen, Simak Persyaratannya

Beli Rumah Baru Gratis PPN 100 Persen, Simak Persyaratannya

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pemerintah memberikan insentif di sektor properti untuk pembelian rumah baru yang sudah dibangun. Adapun insentif yang diberikan berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP)...

BANK Terbesar Nomor 4 Korea Dukung Sky House BSD

BANK Terbesar Nomor 4 Korea Dukung Sky House BSD

KABUPATEN TANGERANG – Pengembang apartemen Sky House BSD+, Risland Indonesia, menandatangani kerja sama penyediaan kredit pemilikan apartemen (KPA) dengan BANK WOORI SAUDARA di Kantor Pemasaran Sky House BSD+, BSD, Kabupaten Tangerang, Banten. Melalui kerja sama...